Peran Lembaga Kerja Sama Ekonomi Internasional Dalam Kemajuan Perekonomian Suatu Negara
Kerja sama ekonomi internasional merupakan suatu kerja sama dalam bidang ekonomi yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain yang saling menguntungkan. Kerja sama ini dapat melibatkan dua negara saja maupun lebih. Kerja sama ekonomi internasional ini memiliki dampak yang sangat penting bagi kemajuan negara. Lembaga kerja sama ekonomi internasional antara lain:
A. ASEAN
Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) merupakan sebuah organisasi geopolitik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 berdasarkan Deklarasi Perbara oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, memajukan perdamaian dan kestabilan di tingkat regional, serta meningkatkan kesempatan untuk membahas perbedaan di antara anggotanya dengan damai.
Peranan ASEAN dalam kemajuan perekonomian suatu negara:
Menciptakan stabilitas, perdamaian, dan keteraturan di kawasan ASEAN sehingga dapat melanjutkan pembangunan di segala bidang dan dapat mendorong perekonomian suatu negara menjadi negara yang lebih maju.
Menjalin kerja sama di bidang pembangunan dan percepatan pemajuan ekonomi, antara lain perluasan perdagangan, investasi, kepariwisataan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta bidang pendidikan.
Memperdalam dan memperluas integrasi ekonomi di kawasan ASEAN dan dengan kawasan di luar ASEAN. Kerja sama ekonomi ASEAN mencakup bidang perindustrian, perdagangan, investasi, jasa dan transportasi, telekomunikasi, pariwisata, serta keuangan. Bentuk kerja sama ekonomi ASEAN di antaranya adalah perdagangan, perpindahan tenaga kerja, investasi, pariwisata, dan UMKM.
B. OKI
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dibentuk setelah para pemimpin sejumlah negara Islam mengadakan Konferensi di Rabat, Maroko, pada tanggal 22-25 September 1969, dan menyepakati Deklarasi Rabat yang menegaskan keyakinan atas agama Islam, penghormatan pada Piagam PBB dan hak asasi manusia. Pembentukan OKI semula didorong oleh keprihatinan negara-negara Islam atas berbagai masalah yang diahadapi umat Islam, khususnya setelah unsur Zionis membakar bagian dari Masjid Suci Al-Aqsa pada tanggal 21 Agustus 1969.
Pembentukan OKI antara lain ditujukan untuk meningkatkan solidaritas Islam di antara negara anggota, mengoordinasikan kerja sama antarnegara anggota, mendukung perdamaian dan keamanan internasional, serta melindungi tempat-tempat suci Islam dan membantu perjuangan pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. OKI saat ini beranggotakan 57 negara Islam atau berpenduduk mayoritas muslim di kawasan Asia dan Afrika.
Peranan OKI dalam kemajuan perekonomian suatu negara:
Berperan dalam turunnya tarif impor Adanya kebijakan penurunan tarif impor dari masing-masing negara anggota sehingga setiap negara anggota yang hendak mengekspor komoditi milik negaranya ke negara anggota OKI lainnya, tarifnya menjadi lebih murah dan dapat menyumbangkan devisa yang lebih besar bagi negara eksportir tersebut. Tentunya juga akan membantu majunya kesejahteraan rakyat sehingga tujuan pembangunan nasional menjadi lebih mudah untuk dicapai dan dapat memudahkan produsen asal Indonesia untuk menghasilkan bermacam produk berkualitas untuk diekspor.
Berperan meningkatkan kerja sama perdagangan Negara anggota OKI merupakan growing trading partners bagi Indonesia. Dengan mengimplementasikan TPS-OIC (Framework Agreement on Trade Preferential System Among The Member States of the Organization of the Islamic Conference) maka pemanfaatkan kerja sama perdagangan dapat dioptimalkan sehingga kapasitas dan daya saing Indonesia akan meningkat. Potensi pasar halal di Negara anggota OKI yang sangat besar juga memberikan peluang ekspor yang besar bagi perdagangan Inddiekspo
Kerjasama investasi dan keuangan syariah Harus disadari bahwa peluang untuk mendatangkan dana investasi, khususnya dari Timteng, amat sangat besar. Tidak kurang dari USD 1 triliun saat ini berada di Timteng, dan tengah mencari instrumen investasi syariah. Disinilah pentingnya Indonesia untuk terus mengembang kan instrumen-instrumen investasi dan keuangan syariah. Penguatan lliterasi ekonomi dan keuangan syariah sebagai aspek fundamental yang perlu diperkuat untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Pengembangan Ekonomi Syariah Butuh Komitmen. Pada akhir Maret 2020, BI menerbitkan Indeks Literasi Ekonomi Islam Indonesia 2019. Indeks tercatat sebesar 16,3%, dengan skala hingga 100%. Artinya, ada peluang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ekonomi dan keuangan.
C. Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) adalah forum kerja sama antar 21 Ekonomi di lingkar Samudera Pasifik yang berdiri tahun 1989. Saat ini terdapat 21 Ekonomi yang menjadi anggota APEC, yaitu Australia, Brunei Darussalam, Canada, Chile, China, Hong Kong-China, Indonesia, Japan, South Korea, Malaysia, Mexico, New Zealand, Filipina, Peru, PNG, Russia, Singapura, Chinese Taipei, Thailand, Amerika Serikat, dan Viet Nam. Kerja sama di APEC merupakan kerja sama non-politis, ditandai dengan keanggotaan Hong Kong-China dan Chinese Taipei. Anggota APEC disebut “Ekonomi" mengingat setiap anggota saling berinteraksi sebagai entitas ekonomi dan bukan sebagai negara.
Tujuan utama APEC adalah mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan di Asia Pasifik. Hal ini dilakukan dengan mendorong dan memfasilitasi perdagangan dan investasi yang lebih bebas dan terbuka di kawasan, serta meningkatkan kerja sama pengembangan kapasitas ekonomi anggota.
Peranan APEC dalam kemajuan perekonomian suatu negara:
Turut menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di kawasan melalui pertukaran informasi kebijakan. Sebagaimana tercantum dalam laporan World Bank 2013, kawasan Asia Pasifik tetap merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia akibat krisis Eropa, hal ini terlihat dari estimasi tingkat pertumbuhan di APEC yang lebih tinggi dari dunia : a. APEC: 4,2% (2013); 4,7% (2014) b. Dunia: 3,1% (2013); 3,8% (2014)
Meningkatkan pendapatan perkapita. Berdasarkan laman resmi APEC (2019), APEC menunjukkan infografis yang mana mengklaim bahwa APEC telah menaikkan pendapatan perkapita dari US$ 19 Triliun pada 1989 menjadi US$ 42 Triliun pada tahun 2015. Hal tersebut menunjukkan bahwa tiap regional anggota APEC mengalami peningkatan perkapita hingga 74%, yang mana artinya telah mengurangi angka kemiskinan penduduk dan menciptakan masyarakat dengan perekonomian kelas menengah selama dua dekade ini.
Menciptakan kebebasan berinvestasi dan membangun perdagangan bebas terbuka. Perdagangan bebas adalah kebijakan yang dilakukan agar perdagangan barang dan jasa dapat melewati batas negara dengan tarif rendah atau tidak ada tarif sama sekali. Adanya deklarasi untuk menciptakan perdagangan bebas dan investasi terbuka, dapat meningkatkan pendapatan domestik dikarenakan investor asing dengan bebas menanamkan modal di Indonesia. Kemudian, perdagangan bebas mendorong persaingan dagang dalam negeri, sehingga barang atau jasa yang dihasilkan memiliki kualitas dengan standard internasional.
Menciptakan kerjasama perdagangan antar negara anggotanya APEC menciptakan kerjasama perdagangan antar negara anggotanya. Hal tersebut cukup menguntungkan Indonesia dengan melihat pencapaian yang didapat oleh Indonesia, salah satunya yaitu Indonesia unggul dalam ekspor produk plastik dan karet, serta produk mineral dan alas kaki, menggeser posisi Cina dalam pasar. Semakin unggul Indonesia dalam hal eksport, maka pendapatan negara akan meningkat sehingga perekonomian Indonesia menjadi berkembang.
Kerjasama Ekonomi dan Teknik (ECOTECH) ECOTECH difokuskan pada penyediaan pelatihan dan kerjasama di bidang pembangunan kapasitas guna membantu Ekonomi anggota APEC mengambil manfaat dari perdagangan global dan untuk mengembangkan kapasitas institusional dan personil sesuai dengan potensi Ekonomi masing-masing. Upaya tersebut dapat mengatasi tantangan-tantangan baru di bidang ekonomi antara lain, kesenjangan digital, terorisme, ketahanan pangan, bencana alam, serta penyakit menular.
D. OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries)
OPEC adalah organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi antarpemerintah yang berdiri pada 14 September 1960. OPEC didirikan oleh 5 negara yaitu Venezuela, Iran, Irak, Kuwait, dan Arab Saudi.
Pada sekitar 1960-an ada perusahaan-perusahaan multinasional swasta yang bergerak di bidang perminyakan yang disebut dengan The Seven Sisters. The Seven Sisters memiliki kemampuan untuk menaikkan atau menurunkan harga minyak tanpa adanya persetujuan dari pihak-pihak lain. Oleh sebab itu, Venezuela yang merupakan salah satu pendiri dari OPEC mengajak Negara-negara produsen minyak dan juga eksportir minyak untuk bergabung dan membentuk organisasi dengan tujuan awal yaitu untuk membantu menstabilkan harga minyak di pasar internasional dan juga membantu untuk menstabilkan fluktuasi harganya. Selain untuk kestabilan harga minyak tujuan didrikannya OPEC adalah:
- Unifikasi atau penyatuan kebijakan perminyakan antara anggota-anggota OPEC
- Menjamin supply bagi Negara konumen minyak
- Menjamin pendapatan (income) bagi negara produsen minyak
Saat ini OPEC merupakan salah satu penghasil minyak terbesar yang memegang kendali di dunia dan sejak Maret 2020 tercatat sudah ada 14 negara yang menjadi anggotanya. Dalam menentukan harga minyak supaya lebih stabil ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh OPEC:
- OPEC meminta negara-negara anggotanya yamg merupakan produsen minyak untuk melepas minyak yang mereka miliki di pasar internasional.
- OPEC melakukan rapat Dewan Direksi dengan anggota-anggotanya. Rapat ini digunakan untuk menentukan kira-kira berapa harga minyak yang layak untuk diperdagangkan. Karena seperti yang kita tahu, harga ditentukan oleh supply dan demand. Disinilah OPEC memiliki peran utnuk mengatur supply. Sebagai contoh untuk periode 2007-2008 OPEC telah memotong jumlah kuota pengiriman minyaknya sebesar 1,4 juta barrel hingga 2,2 juta barrel. OPEC melakukan hal ini karena mempunyai maksud yaitu OPEC ingin mempertahankan dan membuat stabiitas pada harga minyaknya yang ada di pasar dunia.
Negara Indonesia juga pernah menjadi salah satu anggota dari OPEC. Indonesia pertama kali bergabung ke dalam OPEC pada tahun 1962-2006. Pada kala itu, Indonesia masih merupakan Negara net eksportir minyak. Di tahun 2006 Indonesia sudah keluar dari OPEC. Namun, 8 tahun kemudian di tahun 2014 Indonesia kembali bergabung ke dalam OPEC. Yang berarti hanya 2 tahun saja, karena di tahun 2016 Indonesia membekukan keanggotaannya di dalam OPEC dan menjadi Negara yang non aktif di dalam organisasi OPEC. Lalu tentunya pasti ada keuntungan dan kerugian ketika Indonesia masuk di dalam OPEC dan juga keluar dari OPEC.
Keuntungan Indonesia saat bergabung dengan OPEC:
- Indonesia bisa memperat hubungan diplomasi dengan negara-negara anggota OPEC. Selain untuk urusan minyak, OPEC bisa membantu Indonesia membuka kerja sama lain dengan Negara-negara anggota OPEC.
- Sebagai negara importer, pasokan minyak untuk Indonesia akan lebih terjamin. Hal tersebut karena di Asia banyak Negara yang mengimpor minyak.
- Indonesia juga bisa langsung
melakukan negosiasi dengan negara pengekspor minyak untuk masalah kuota dan
harga.
Berimbas pada hilangnya peran Indonesia di beberapa area yang mendapat pengakuan dari dunia internasional.
Kesulitan melakukan negosiasi dengan negara eksportir minyak yang merupakan anggota OPEC.
Keuntungan jika keluar dari OPEC antara lain:
Indonesia bisa memproduksi minyak tanpa harus ada batasan dari pihak lain.
Tidak terikat dengan kebijakan atau keputusan yang bisa merugikan Indonesia.
Peranan APEC dalam kemajuan perekonomian suatu negara:
Dari segi ekonomi, Indonesia yang memiliki kewajiban sebagai anggota OPEC untuk membayar iuran per tahun kurang lebih U$ 2 juta, tentunya cukup berat nominalnya bagi Indonesia. Selain itu keputusan pemangkasan 5% di setiap hasil produksi Indonesia mengakibatkan turunnya jumlah penerimaan Negara dan naiknya harga minyak di Indonesia karena pada saar itu harga minyak melonjak naik, sedangkan APBN Indonesia memerlukan perbaikan yang disebabkan oleh turunnya penerimaan negara. Pada tahun 2016 Pemerintah Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,3 %. Target tersebut lebih tinggi dari capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 yang hanya 4,79 %. Pertumbuhan ekonomi tahun 2015 tersebut merupakan yang terendah dalam enam tahun terakhir. Hal tersebut dapat berpengaruh besar pada naiknya harga-harga barang dan jasa di Indonesia, yang selanjutnya dapat menimbulkan inflasi.
Keluarnya Indonesia dari OPEC berpengaruh kecil terhadap perekonomian di Indonesia. Keputusan tersebut merupakan langkah yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi APBN. Sebab perbaikan APBN lebih utama di tengah sulitnya penerimaan yang berujung pada pemotongan anggaran Negara. Keluarnya Indonesia justru memperoleh pengaruh positif pada perbaikan dan penstabilan APBN. Apabila OPEC melakukan kebijakan pemotongan produksi, maka akan meningkatkan harga minyak. Kenaikan tersebut akan meningkatkan dan menambah penerimaan negara. Hal tersebut, memiliki harapan perekonomian Indonesia berkembang dan tumbuh semakin baik sebagai upaya kebijakan pemerintah dalam melindungi dan mengamankan target produksi minyak bumi dan APBN, serta menambah penerimaan negara untuk memulihkan dan menstabilkan kondisi perekonomian Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Perhimpunan_Bangsa-Bangsa_Asia_Tenggara
https://kemlu.go.id/portal/id/read/129/halaman_list_lainnya/organisasi-kerja-sama-islam-oki
https://kemlu.go.id/portal/id/read/164/halaman_list_lainnya/asia-pacific-economic-cooperation-apec
http://ditjenppi.kemendag.go.id/index.php/apec-oi/organisasi-internasional/oki
https://m.republika.co.id/amp/n7rks810
https://guruppkn.com/dampak-oki-bagi-indonesia/amp
https://www.tell.co.id/courses/Latest-Uploads/Peran-Strategis-OPEC-bagi-Indonesia
https://tirto.id/harga-minyak-jatuh-derita-opec-dan-berkah-indonesia-ke
NAMA ANGGOTA KELOMPOK:
- DYAH AYU SYAFITRI / 14 / XI MIA 2
- MAULIDA AULIA R. / 24 / XI MIA 2
- SALSABILA ARIZKI / 32 / XI MIA 2

